Archive for the 'Curhat' Category


Mon
30

Thanks, Afkar!

Monday, June 30th, 2008

deBoyz lagi demen sama waffle, terpengaruh sama Alvin and the chipmunks yang doyan banget makan toasted waffle. Kemarin sore kita udah belanja 2 pak waffle di IGA. Habis seketika, dari 12 bh waffle, hanya kita sisain 3 bh buat sarapan mereka tadi pagi. Toasted waffle emang enak, apalgi dingin2 gini, maemnya masih anget mengepul dr toaster :D.

Terpaksa, yg tadinya gak ada niatan mo belanja abis ngedrop deBoyz ke skul, akhirnya aku jalan jg ke Coles. Cuma mo nyari si waffle, karena pasti ntar sore pulang sekolah mereka mau lagi kue itu. Apalagi Afkar, kalo dia udah demen sama makanan yg menurut lidah dia enak, pasti stok makanan itu gak boleh habis di rumah. Daripada ntar sore lg nyante2 di rumah ketodong dia disuruh nyariin si waffle, mending aku belanja pagi ini aja mumpung badan masih fresh tak iye :D.

Muterin Coles ujung ke ujung kok ya gak dapet jg si waffle, sampe nanya ke customer service segala, trus dicekin di kompi-nya jg, tetep nihil, gak ada satu stok pun. Laahh terlanjur dingin2 belanja pagi2, kok ya gak dapet tuh si waffle. Masak supermarket segede Coles gak punya stok waffle, kalah dibandingin supermarket kecil kayak IGA itu. Huahahaha… pinginnya sih ngedumel seperti itu, tapi monday morning gitu… gi-pagi kok udah mau bikin kisruh hati ;p. Santaaiii Buu… gak dapet waffle pagi ini, ntar sore tancap gas lanjut belanja lg sama deBoyz kekekeke…

Tapi… ada hikmahnya td muterin Coles, kalo pagi biasanya musik yg mereka puterin tuh bagus2, yang enak banget didengerin. Biasanya lagu2 yang lembut, bukan yang gojrang-gojreng begitu. Lagu2nya kalo kita dengerin bisa ngelangutkan hati, deeuuu…

Afkar… tadi Ibu dengerin lagu ini di Coles. Ibu ngerasain ada sentilan di lagu ini, tak terkira hati Ibu ketika mendengarnya. Ntar… kelak jika tiba waktunya, ingin Ibu tunjukkan bahwa cinta adalah sebuah tanggungjawab kepadamu.


 

From this moment life has begun
From this moment you are the one
Right beside you is where I belong
From this moment onFrom this moment I have been blessed
I live only for your happiness
And for your love I’d give my last breath
From this moment on

I give my hand to you with all my heart
Can’t wait to live my life with you, can’t wait to start
You and I will never be apart
My dreams came true because of you

From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn’t give
From this moment on

You’re the reason I believe in love
And you’re the answer to my prayers from up above
All we need is just the two of us
My dreams came true because of you

From this moment as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing I wouldn’t give
From this moment
I will love you as long as I live
From this moment on

Thanks Afkar, karena-mu Ibu tersenyum indah hari ini.


Sun
29

Posting Blue

Sunday, June 29th, 2008

Lagi terjangkit posting blue nih… muaales banget mau menuangkan cerita2 di sini. Entah deh, tiba2 ada perasaan kesal, sedih, marah, ketika tanpa sengaja kutau ada yang bilang blog-ku ini ceritanya terlalu dilebih2kan, terlalu mengumbar kemesraan suami-istri, dll dll… Rasanya hatiku mendidih juga terbakar emosi amarah, tapi… *istighfar Ming, ingat selalu* toh orang lain juga punya hak sendiri menilai blog-ku.

Blog-ku ini adalah diary pribadiku, mau2ku dong mau menuangkan apa saja di sini. Tentang keseharianku, tentang keluargaku, tentang sekelilingku, apa pun itu bebas aku menuliskannya di sini. Semuanya tentang apa yang aku rasakan. Tentu saja gak ada maksudku untuk angkuh dalam mengekspresikan perasaanku. Dan juga tanpa ada maksudku untuk menyindir orang lain dalam tulisan2ku.

Seandainya ada yang ikutan baca2 cerita2-ku di blog ini, dan gak suka dengan cerita2 ku mohon jangan dituntaskan membaca, agar tdk menumpahkan kekesalan di hati. Tapi… bila sebaliknya ada diantara cerita2 ku ini yang bisa membuat pembacanya tersenyum, tertawa, atau malah memberikan kebahagian tersendiri, terimakasih kuucapkan. Semoga cerita2ku ini menjadi kenangan indah pertemanan kita di dunia maya.


Tue
27

Luka Hati… Apakah Obatnya..?

Tuesday, May 27th, 2008

Semalam kita nganter temen ke bandara. Tetangga kita selama di sini, sekaligus jg temen seasal dr Yogya. Sekeluarga, mereka balik ke Yogya, for good karena tugas belajar si suami udah selesai.

Ketika kita udah nunggu di ruangan boarding, di lantai atas sebelum pintu masuk ke gate pesawat Garuda yang bakalan mereka naiki, tiba2 Perdana datang menghampiriku. Dengan menunjukkan telapak tangan kanannya, dia bilang… Mum, I’ve got scratch!! Ada luka goresan di telapak tangan itu, kecil saja, bahkan tak nampak jejak2 darah di sana. Entah deh main apa dia sebelumnya, sampai tangannya tergores. Yang kulihat, sebelum dia menunjukkan telapak tangannya yg tergores itu, dia sedang asik memperhatikan form2 di rak sebelah pintu masuk pertama menuju gate ke pesawat. Biasanya memang di situ banyak sekali form informasi misalnya tentang barang2 yang boleh atau gak boleh masuk ke Aussie sini. Mungkin saja saking asiknya dia ngebaca segala macam info itu, sambil lalu jg tangannya sibuk mengambil form2 lainnya, gak terasa ada form yg menggores telapak tangan Perdana. Begitulah kira2 aku membayangkan kejadiannya. Mungkin saja…

Aku sendiri gak bertanya kenapa tangannya bisa tergores. Not a big deal… toh bener2 cuma goresan ringan, dan Perdana hanya ingin menunjukkannya padaku. Gak aku lihat ada kegusaran di wajahnya atau bahkan rasa perih yang dia tunjukkan. Refleks-ku saat itu, ketika telapak tangannya terjulur di hadapanku adalah begini…
‘… kubuka mulutku, kuusapkan jempol kananku ke dalam dinding atas belakang mulut, lalu segera aku usapkan kembali jempolku tadi ke telapak tangan sulungku yang tergores…’

Entahlah, apa ada zat atau enzim dari daerah tersebut yang berfungsi sebagai antiseptik, aku benar2 gak paham. Tapi begitulah aku selalu melihat dari sejak mbah-ku melakukan hal yang sama sebagai tindakan pertama bila aku terluka. Begitupun Ibu-ku, meski ia seorang bidan, tp tetap obat kuno usapan jempol tadi adalah obat pertama bila aku, adik2ku, cucu2nya ada yang terluka. Ataukah obat cap usapan jempol sebenarnyalah hanya ungkapan perhatian..? Rasanya memang lebih tepat begitu.

Tadinya Perdana agak menolak ketika dia tahu aku akan memberinya obat usapan jempol. Mungkin dia malu karena banyak orang di sekitar kita. Tapi sedikitlah aku paksa dia, yang penting berikan dia Pertolongan Pertama Pada Kenyaman dulu. Kalo ternyata dia merasa sakit betul dengan luka goresannya, barulah obat yang sesungguhnya kita kasi. Obatnya bisa betadine atau cairan antiseptik. Sukurlah setelah luka goresan itu aku usap dengan jempol yang sedikit basah, Perdana lalu bilang… I’m fine Ibu… Luka itu terobati, senengnyaaa…

Kalo ingat kejadian itu lagi, aku jadi tersenyum sendiri, betapa mudah mengobati luka di raga kita. Sungguh gampang didapat obatnya. Tapi bagaimana kalo luka itu di hati..? Semogalah tidak benar yang orang bilang… sakit hati sangatlah perih rasanya, sukar dicari obatnya. Makanya mending sakit gigi kali ya daripada sakit hati ;-).